Hal itu disampaikan, Kapolda Sulsel dan Sulbar, Irjen Polisi Adang Rochjana saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke 64 Korps Brigade Mobile di Mapolda Sulsel, Sabtu, 14 November.
Adang mengatakan, perubahan perilaku yang tegas dan humanis adalah bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat.
"Polri saat ini berupaya komitmen dengan tugas demi membangun kepercayaan masyarakat. Kami minta semua personel bisa menghindari tindak kekerasan di lapangan," pinta Adang.
Mantan Wakapolda Jawa Tengah itu mengatakan, upaya yang dilakukan tersebut tidak terlepas dari pola pembinaan yang diberikan. Brimob yang menjadi kekuatan di tubuh Polri tetap dituntut untuk bertugas profesional dan menghindari kegiatan yang kontra produktif di masyarakat.
Selepas upacara peringatan, sejumlah atraksi disuguhkan sekira 800 personel Brimob. Dari prosesi adat Makassar berupa angngaru, gandrang bulo, marching band, dan kolone senapan.
Atraksi gandrang bulo yang melibatkan ratusan prajurit Brimob tampil atraktif. Dengan mengenakan seragam lengkap, para prajurit ini juga mengaitkan sarung serta penutup kepala yang terbuat dari kain khas. Warnanya; merah dan kuning Makassar.
Penampilan tarian adat ini semakin lengkap dengan hadirnya musik pengiring dari Sanggar Seni Alam Daeng Serang.
Kelihaian personel Brimob dalam memainkan senapan juga diperlihatkan pada penampilan kolone senapan. Pada sesi ini, kemampuan konsentrasi dalam membentuk gerak yang padu diperlihatkan kepada seluruh pejabat utama Polda Sulsel dan Sulbar serta unsur Muspida Sulsel.
Tak pelak, setiap gerakan apik yang ditampilkan selalu mendapat apresiasi dari seluruh peserta peringatan HUT. Sekira 20 menit pergumulan dengan memainkan senapan ini dijajal dengan berbagai bentuk formasi.
Kepala Satuan Brimob Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi Abdul Rakhman Baso mengatakan, saat ini jumlah personel Brimob Polda Sulsel mencapai 1.500 orang. Padahal, idealnya, untuk mengisi tiga detasemen yang ada Brimobo butuh sekira 2300.
"Kita masih kekurangan 800 personel. Setiap tahun kuota untuk Brimob sedikit sekali." jelas mantan Wakasat Brimob Kelapa Dua Mabes Polri itu.
Untuk tahun ini saja, sambung Rakhman, kouta untuk Brimob Polda Sulsel hanya 16 orang. Mereka yang disebar ke tiga detasemen dan satu sub detasemen Gegana. "Kita hanya berupaya maksimalkan personel yang ada," kunci Rakhman. (rah)



0 komentar: